Advertistment

 

Madiun - Selamat datang di dunia pendidikan, dimana segala sesuatunya memiliki keunikan dan perbedaan karakteristik tersendiri.  Selama Agan berada di sekolah menengah atas, Agan akan merasakan manis & pahitnya masa-masa remaja. Disaat remaja itulah, Agan akan menjadi seseorang yang berjiwa besar dengan merubah sikap kelabilan Agan menuju ke sikap yang lebih dewasa lagi, Survei telah membuktikan bahwa kelabilan remaja mencapai angka paling tinggi saat usia remaja mencapai 15-17 tahun. Itu artinya, Agan tidak boleh kaget kalau nantinya Agan akan memiliki sifat labil disaat berada pada masa-masa SMA.

Kelabilan pada masa SMA merupakan tunjangan yang harus Agan penuhi & selesaikan secepat mungkin, karena pada saat akhir Agan berada di SMA, Agan sangatlah dituntut untuk membekali diri Agan dengan sikap konsisten. Terutama dalam memilih passion Agan yang sekarang ini untuk dilakukan seterusnya.

Ngomong-ngomong soal passion, Apa sih passion itu ?
Passion (baca: peisyen), merupakan minat & bakat Agan dalam sesuatu hal, dimana Agan akan terus merasa nyaman dengan hal itu dan tidak akan mudah bosan dalam melakukannya.

Agan dituntut untuk memilih jurusan, prodi, dan lainnya semasa itu, dan tidak jarang dari Agan ataupun teman Agan yang kebingungan dalam menentukannya. Wajar gan, itu adalah sikap yang manusiawi.

Agan dengan teman Agan mungkin akan memiliki passion yang berbeda, jadi jangan sampai Agan ikut-ikut untuk memutuskan memilih jurusan yang sama persis dengan teman Agan. Apa tidak boleh memiliki jurusan yang sama dengan teman ? Tentu boleh gan, tapiiii.... Agan harus inget satu hal. Yaitu passion, jika agan memiliki tipe atau satu passion yang sama dengan teman Agan. Gak masalah alias monggo-monggo aja kalau Agan pengen ke jurusan yang sama dengan teman Agan.

Lalu bagaimana kita bisa mengetahui passion yang kita miliki?
Coba deh, Agan pikir-pikir dulu. Apa sih yang Agan berasa nyaman saat Agan lakuin dan orang lain tidak bisa ngelakuin ? Entah kegiatan, ekstrakurikuler, mata pelajaran, hobi, bakat, minat dan rasa ingin pada sesuatu.

Semisal, 
Ada anak dari SMAN 888 Surabaya namanya Badu. Badu punya hobi main gitar sama nyanyi, dia agak kurang luwes saat berurusan dengan hitung-menghitung. Tapi dia suka dengan hal yang berbau Internet & Website. Badu kebetulan juga mengikuti ekstrakurikuler robotic & IT, dimana disana ia belajar banyak hal mengenai robotika dan Teknologi Informasi. Nilai raport Badu pas-pasan, bisa dibilang mepet KKM atau sedikit lebih tinggi dari KKM. Pada saat memasuki semester dua kelas XII, ia bingung untuk menentukan passionnya.

Beginilah saat Badu ditanya Guru BK,
Guru BK: "Badu, Kamu pengen kemana ?"
Badu : "Saya gak tau bu, bingung mau pilih apa"
Guru BK: "Loh, kamu itu kan punya multi talen du, kamu aja pinter main gitar, suara bagus, kamu jago robotic & IT, nilai seni tari kamu juga lumayan tinggi, kamu juga pinter bahasa-bahasa gitu. Masa kok masih bingung toh?"
Badu: "maka dari situnya saya bingung bu, saya harus pilih apa dan harus kemana?"
Guru BK: "Begini deh, kamu paling suka apa?"
Badu: "Semua suka bu"
Guru BK:"Maksudnya, yang kamu rasa nyaman untuk kamu lakuin setiap hari, yang menyangkut hobi kamu, bakat kamu, minat kamu."
Badu: " Jelas saya nyaman didepan laptop bu, paling suka tuh edit video, belajar program, belajar design web, belajar bisnis online. DLL"
*Kemudian Guru BK diam sejenak dan menuliskan sedikit coretan dikertas.

Berikut coretan Guru BK,
Edit Video => Jurusan Multimedia & Designer
Belajar Program => Jurusan Teknik Informatika, SI
Design Web => Jurusan Sistem Informasi, Web Designer,
Bisnis Online => Jurusan Management Bisnis, Marketing Online, Social Media Marketing.
Tari => Jurusan Seni Tari

Guru BK: " Kamu pilih mana du, ingat pilih yang sekiranya kamu merasa paling nyaman ?"
Badu : "Jujur bu, saya paling nyaman di Website Designer. Tapi apakah boleh saya masuk ke Teknik Informatika ? Walau saya gak bisa program, saya pengen banget bisa program dan nanti dipadukan sama design web saya bu"
Guru BK: "Teknik Informatika? Tentu bisa du, kalau kamu merasa nyaman. Materi di Teknik Informatika juga ada banyak kok, kamu bakalan puas-puasin disana nanti"



Akhirnya Badu memilih Teknik Informatika, Karena ia lebih senang dengan dunia internet dan sekitarnya. Ia bahkan merasa nyaman saat ia belajar web sambil berbisnis.


Lalu ? Apakah semudah itu ?
Ini belum selesai gan, Agan harus punya bekal dulu. Apa bekalnya ? Bekalnya adalah Nilai Agan & Alumnus Sekolah yang ada di Universitas yang Agan tuju.

Nilai rata-rata Agan harus stabil, jangan sampai turun. Akan lebih baik jika nilai Agan meningkat alias naik, Agan bakal punya tiket lebih besar diterima dijurusan yang Agan inginkan.

Untuk KTSP : Usahakan Nilai rata-rata raport semester adalah 85 atau diatasnya,
Untuk K13 : Usahakan Nilai rata-rata raport semester adalah 3.4 atau diatasnya.

Jadi begini, untuk Agan yang belum tau soal standard nilai (stabil atau tidaknya) disini saya bakal kasih bocoran. Semester I, Agan dapat rata-rata 85. Semeter II, Agan dapat rata-rata 86. Semester III, Agan dapat rata-rata 85. Apa itu yang dimaksud nilai turun ? Jawab saya iya, tetapi ingat gan lihat dulu statistik turunnya bagaimana.

Ketika dari 85 ke 86, itulah yang disebut nilai naik. Ketika nilai Agan dari 86 ke 85, itulah yang disebut nilai turun. Tapiiii... Agan jangan sedih dulu, menurut ilmu yang saya dapatkan setelah seminar yang dipandu oleh dosen ITS (panitia SNMPTN). Nilai dari 86 ke 85 tidak sangat mengecewakan, tetapi jangan pernah menyepelekan. Grafik nilai dari 86 ke 85 memang turun, tetapi menurut beliau (Bpk. Wawan) nilai tersebut tidaklah turun secara DRASTIS. Artinya, dari nilai 86 ke 85 di SNMPTN masih dianggap tetap. (Masih termaafkan)

Eiits, Agan jangan senang dulu :D

Ketika Agan sudah mengalami grafik turun seperti diatas, maka usahakan Agan jangan sampai mengulanginya lagi. Misal dari semester III ke semester IV, dari 85 ke 87. Ehh, semester V nya jatuh ke 84. Menurut Bpk. Wawan, Penurunan grafik yang drastis akan menyebabkan hasil yang fatal, apalagi jika penurunan itu sudah untuk yang kedua kali. Wassalam deh.


Intinya, Agan harus pandai-pandai mengatur waktu belajar. Semakin lama, maka semakin lama pula Agan harus belajar untuk menguasai materi yang lebih banyak lagi.  

Lalu tidak selesai begitu saja, Agan harus melihat Alumnus sekolah agan yang berada di Universitas yang Agan tuju. Jika banyak Alumnus sekolah Agan yang berprestasi di Universitas itu, khususnya pada jurusan yang Agan tuju. Maka besar pula kesempatan Agan dapat diterima di Universitas itu.
Sebaliknya, jika ada Alumnus sekolah Agan yang berbuat "neko-neko" di Universitas itu, maka logikanya Universitas akan berpikir bahwa calon mahasiswa dari sekolah Agan akan berbuat "neko-neko" yang sama, Universitas akhirnya mem-blacklist kehadiran sekolah Agan di Universitas itu. Jadi Agan harus benar-benar jeli memilih universitas yang baik & halal serta bebas dari virus jahat seorang Alumnus. Hehehe

Tak ketinggalan gan, Kesempatan Badu diterima (semisal)  di ITS (Universitas Lokal Jawa Timur) akan lebih besar daripada di ITB (Universitas Lokal Jawa Barat) gan. Mengapa Bisa ? Bisa dong, "Biasanya" Universitas lokal akan memberikan bangku lebih untuk calon mahasiswa yang berada di daerah lokalnya. (Biasanya Dalam Bentuk Lokal Provinsi)

Misalnya, 
ITB - Teknik Informatika
Jawa Barat = 76 Bangku
Jawa Tengah = 7 Bangku
Jawa Timur = 3 Bangku
Luar Jawa = 4 Bangku

ITS - Teknik Informatika
Jawa Timur = 114 Bangku
Jawa Tengah = 15 Bangku
Jawa Barat = 7 Bangku
Luar Jawa = 4 Bangku

NB: Bangku disini diartikan sebagai ketersediaan tempat / jatah.

Oh iya gan, setelah kita berusaha yang semaksimal itu. Kita tidak boleh lupa dong sama sang pencipta, Wajib hukumnya berdo'a untuk kesuksesan kita sendiri. Tuhan akan membantu lebih dari sekedar yang Agan kira. Mari kita berdo'a untuk kesuksesan masa depan sesuai dengan keyakinan Agan.


Terima kasih telah membaca artikel dari Wahib Network Temukan Passion Kamu | SNMPTN & SBMPTN 2016 Semoga dapat membantu & memberikan manfaat. Maaf jika ada salah - salah kata, mohon berkenan juga meninggalkan komentar & kritik beserta saran.


Post a Comment

 
Top