Advertistment

 

Madiun - Presiden Jokowi dan pemerintahannya, kini Indonesia sedang mengalami penurunan kualitas dalam bidang ekonomi. Tapi kita tidak boleh langsung menorehkah pendapat bahwa ini semua sebab daripada manajemen dari pemerintahan Pak Jokowi buruk.

Karena permasalahan perokonomian di Indonesia tidak kali ini saja terjadi, dan itu tidak dapat diduga kapan dan pada saatnya penurunan kualitas perekonomian itu muncul.
Memang dalam kesempatannya pada pemerintahan dekade ini, tampak Presiden Jokowi mendapatkan cobaan yang cukup berat. Mulai dari turunnya nilai rupiah yang mendominasi dollar naik secara drastis menembus angka 13,000 per dolar. Indonesia semakin terlilit hutang-hutang kenegaraan, dengan cadangan devisa yang semakin menipis itu akan menyebebkan krisis ekonomi tingkat ringan, bahkan inflasi kali ini akan menembus ke inflasi tingkat sedang.

Dalam kaitannya perekonomian, apa saja yang mendominasi turunnya nilai rupiah terhadap mata uang asing ?

Menurut cakupan & pendapat Zainal Arifin, seorang siswa pengkritisi politik berikut paparan penjelasannya :

1. Rupiah menurun dikarenakan banyaknya transaksi dengan uang dollar. Jadi uang rupiah lebih sedikit jumlah penggunaannya saat bertransaksi dengan uang dollar yang notabene merupakan uang asing yang menjadi acuan dunia internasional. Otomatis, penukaran uang rupiah ke dollar lebih besar daripada penukaran uang dollar ke rupiah.

2. Menguatnya perekonomian asing, didalam perdangan bebas. Terbukti "Siapa yang kuat dia yang bertahan", bagaimanapun bentuknya, seperti apa monopoli yang dilakukan tidak ada bedanya dengan persaingan fair. Kini Amerika sedang naik daun dalam dunia perekonomian internasional, USD (mata uang Amerika) semakin laris digunakan.

3. Berkurangnya para pekerja tanah air diluar negeri, akibat dari berbagai khasus TKI yang terjadi seperti pembunuhan, penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi oleh majikan menyebabkan rasa canggung masyarakat untuk pergi keluar negeri mengais pundi-pundi dollar. Masyarakat lebih memilih untuk berkerja didalam negeri sendiri untuk mengantisipasi terjadinya perlakuan tidak manusiawi dari majikan semisal dia berkerja diluar negeri.


Apa akibatnya saat nilai mata uang rupiah menurun ?

1. Produk Indonesia diluar negeri akan kalah dalam bersaing merebut pasaran, mata uang lokal menurun menyebabkan harga yang cenderung murah. Ini merugikan eksportir lokal dalam menjual produknya diluar negeri.

2. Hutang lagi, lagi dan lagi. Indonesia kembali akan terlilit hutang hutang saat mengalami krisis moneter layaknya krisis moneter tahun 1998. Era itu, sungguh pemerintahan menjadi kacau dengan total hutang negara sangat banyak.

3. Harga barang didalam negeri melonjak naik, ini bertujuan agar pemertintah tidak terlalu banyak menanggung hutang negara. Sehingga harga-harga barang / jasa dinaikkan walau itu tidak dalam cakupan yang masuk akal bagi kebutuhan ekonomi rakyat menengah kebawah.

4. Konflik Sosial dan Politik, para politisi tentu akan dituntut untuk memperbaiki krisis tahun ini secepat mungkin. Bahkan banyak mahasiswa mengancam Presiden kita, jika tidak dapat memperbaiki kualitas ekonomi sampai pertengahan bulan mei. Mereka akan berdemo untuk menuntut turunnya pemerintahan Jokowi dari kursi Presiden. Dalam hal ini, sangkutannya dengan para politisi lain merupakan tonjokan hebat untuk mereka berlomba-lomba saling menjatuhkan. Entah seperti apa itu caranya, jika memang ada.


Saya pribadi, menurunkan presiden dari jabatannya bukanlah jalan terbaik. Tapi musyarawah demokrasi sebagai pedoman bangsa Indonesia akan sangat berguna dalam merumuskan pemecahan masalah ekonomi tahun ini. Dan, perbaikan sistem pemerintahan untuk jauh diketatkan & ditingkatkan kualitas wakil rakyat serta para menteri untuk bekerja jauh lebih maksimal dari yang sekarang ini.

"Demokrasi adalah cara Indonesia menuju keadilan, Demokrasi Pancasila adalah cara Indonesia menuju kemajuan"


Terima kasih telah berkunjung di Wahib Network, semoga artikel yang saya bagikan kali ini dapat diambil manfaat positifnya dan dibuang yang dirasa negatif.
Salam politik hebat untuk Indonesia hebat!

Post a Comment

 
Top